Friday, July 22, 2016

SOS (Sign Of Suicide)



Nama salah satu program dari SAMHSA (Substance Abuse and ental Health Service Administration) bagian dari U.S Department of Health and Human Sevices ini cukup unik. Sesuai dengan singkatan dari nama rogram ini, program ini memang bertujuan untuk memberikan pertolongan sekaligus melakukan prevensi terhadap depresi yang jika dibiarkan bisa mengarah ke bunuh diri/ suicide. Sasaran mereka tepat sekali yaitu remaja (middle-high school) berumur 11-17 tahun, karena depresi memang paling sering terjadi di usia remaja. Program ini mengajarkan mereka untuk memiliki insting dan melakukan aksi segera dalam mengenali dan mengatasi depresi, seperti saat melakukan CPR saat emergency.

Di Indonesia sendiri, menurut saya belum banyak program yang menyoroti tentang depresi/ kesehatan mental di masyarakatnya. Program seperti ini sangat bagus sekali untuk di adopsi atau diterapkan di masyarakat, mengingat depresi sendiri sebenarnya menempati posisi ke-2 dalam penyakit yang dapat menyebabkan disabilitas di dunia. beberapa penelitian (contoh: http://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC1448274/) menunjukkan kalau program ini cukup efektif menurunkan angka percobaan bunuh diri di negara lain seperti di amerika. jadi, keren banget kan kalau anak SMP-SMA yang sering dibilang "masih labil", bisa mengenali dan mengatasi depresi di dirinya sendiri atau dilingkungan sekitarnya. 

Rachmanita Yudelia Rizki Sjarif

No comments:

Post a Comment