Showing posts with label Gusti Ari Setyawan. Show all posts
Showing posts with label Gusti Ari Setyawan. Show all posts

Thursday, July 28, 2016

Mengapa Saya Tertarik/Tidak Tertarik dengan Public Health

Saat pertama mendengar public health yang terlintas dipikiran saya adalah suatu ilmu non klinis, dimana membahas kesehatan dari sisi luar dan berkaitan dengan kebijakan-kebijakan, peraturan, ataupun kaidah yang mengatur untuk tujuan kesehatan masyarakat yang lebih baik. Tentu saja hal ini sangat krusial dan penting dalam dunia kesehatan. Bayangkan apabila tidak ada peraturan ataupun kebijakan yang mengatur dunia kesehatan, semua pasti akan kacau, sama halnya seperti suatu organisasi yang berjalan tanpa hal tersebut, pasti akan kacau.

Namun, ilmu yang bisa dipelajari oleh seorang dokter umum dalam public health memang cukup abstrak menurut saya, apalagi bila tidak ada contoh yang konkret dan jelas, sehingga butuh usaha belajar yang lebih agar dapat memahaminya. Tentu hal ini merupakan suatu tantangan tersendiri bagi dokter umum. Seorang dokter umum tetap perlu mengetahui dan memahami ilmu public health karena dalam melaksakan fungsi sebagai dokter umum kelak tidak hanya berkutat pada hal klinis saja.

Kesimpulan saya, bukan tertarik ataupun tidak tertarik, namun kita sebagai dokter umum mau tidak mau pasti akan membutuhkan ilmu public health ini.

Gusti Ari Setyawan

Friday, July 22, 2016

The Obesity Epidemic, Metabolic Syndrome and Future Prevention Strategies

James, P.T., Rigby, N. and Leach, R., 2004. The obesity epidemic, metabolic syndrome and future prevention strategies. European Journal of Cardiovascular Prevention & Rehabilitation, 11(1), pp.3-8.

 

Artikel ini sangat menarik bagi saya. Pertama, membahas tentang isu kesehatan masyarakat yang saat ini menjadi isu mayor atau menjadi salah satu problem utama yang sangat dikhawatirkan karena dampak mortalitasnya yang sangat besar. Kedua, suatu badan organisasi, dalam hal ini European Society of Cardiology, tidak hanya menaruh fokus aktivitasnya dalam hal kuratif saja, namun juga peduli terhadap bidang public health dengan membuat suatu rekomendasi kebijakan. Hal ini tentunya dilakukan dalam tingkat populasi.

Di sini kita melihat bahwa orang-orang di negara yang sudah berkembang mulai sadar bahwa permasalahan kesehatan yang ada dalam tingkat individu juga berhubungan dengan permasalahan dalam tingkat populasi. Sehingga mulai dibuatlah public health policy ini.

Apakah policy yang ada tersebut bisa diterapkan di Indonesia ? Apakah masyarakat Indonesia dapat menerima ?

Gusti Ari Setyawan

Public health has no place in undergraduate medical education

Woodward, A., 1994. For Debate: Public health has no place in undergraduate medical education. Journal of Public Health, 16(4), pp.389-392.

Terjadi dilema dalam diri public health itu sendiri, di satu sisi public health bisa dibilang "diremehkan" oleh medical education karena dianggap kurang menarik oleh mahasiswa kedokteran yang lebih tertarik dengan kasus penyakit dalam tingkat individual (klinis), di sisi lain public health tidak bisa lepas dari medical education karena calon-calon dokter atau mahasiswa kedokteran ini sendirilah yang akan berfungsi sebagai pelaksananya.
Saya sangat tertarik dengan isu yang diangkat oleh Woodward, A. ini. Hanya membaca dari abstraknya saja sudah memunculkan banyak pemikiran.
Apa yang sedang terjadi saat ini, menurut saya merupakan lingkaran setan, dimana public health yang berfokus pada kesehatan tingkat populasi kurang mendapat perhatian, hal ini tentu akan berujung pada penduduk yang semakin banyak mengalami masalah kesehatan, penduduk yang sudah sakit ini akan diurusi oleh klinisi yang mana kurang menaruh perhatian terhadap kesehatan tingkat populasi tadi, akhirnya penduduk yang sakit akan semakin bertambah dan dapat menurunkan tingkat kesejahteraan.
Isu ini dapat merangsang kita untuk mencari sumber bacaan lain yang merupakan tindak lanjut dari isu yang sudah diangkat dalam artikel ini.

Gusti Ari Setyawan

Public health in practice: The three domains of public health

Griffiths, S., Jewell, T. and Donnelly, P., 2005. Public health in practice: The three domains of public health. Public health, 119(10), pp.907-913.

Artikel ini sangat menarik dan membantu kita dalam memahami apa yang sebenarnya dikerjakan oleh public health. Ditambah dengan case study, yaitu tentang teenage pregnancy, sangat membantu dalam memahami maksud dari 3 domain public health setelah membaca teorinya.
Setelah membaca artikel ini secara singkat saja, mata saya terbuka bahwa tujuan dan fungsi public health itu sangat krusial dan penting dalam kehidupan manusia, tentunya dalam bidang kesehatan.

Gusti Ari Setyawan