Being a responsible teen (BART) adalah sebuah program prevensi HIV/AIDS berbasis kurikulum yang diprakarsai oleh pemerintah Amerika yang dikhususkan untuk remaja African-american yang tengah menempuh pendidikan sederajat SMP dan SMA. Program BART ini mengkombinasi antara edukasi mengenai HIV dan juga behaviour skills training yang terdiri dari 8 sesi dalam 1 kurikulum yang setiap sesinya berdurasi 90-120 menit. Pada program ini, remaja diajak untuk clarify they own values, berlatih keterampilan sosial, teknis dan sosial melalui diskusi, game, video, presentasi, demonstrasi, role play, pelatihan problem solving, decision making, komunikasi, penggunaan kondom, self-management, dan masih banyak lainnya. Yang diharapkan dari BART ini adalah remaja tidak hanya melek soal HIV/AIDS dengan segala risikonya tapi juga dapat menyebarkan ilmunya ke teman-teman sebayanya dan juga keluarganya.
Berdasarkan evaluasi dari program ini, BART terhitung sukses dan efektif karena berhasil mengurangi frekuensi berhubungan seksual pada remaja yang sexually active, memperlambat onset berhubungan seksual pada remaja yang belum pernah berhubungan seksual sebelumnya, mengurangi angka unprotected sex, menaikkan penggunaan kondom pada hubungan sex, dan juga para remaja menjadi lebih fasih dalam berkomunikasi mengenai sex dan juga mengenai HIV/AIDS dibandingkan dengan remaja yang tidak mengikuti program BART.
Danya Laksita
Referensi:
1. http://www.cdc.gov/hiv/research/interventionresearch/compendium/rr/bart.html#
2. http://www.childtrends.org/?programs=becoming-a-responsible-teen-bart
Showing posts with label Danya Laksita. Show all posts
Showing posts with label Danya Laksita. Show all posts
Friday, July 29, 2016
Friday, July 22, 2016
Aku Bangga Aku Tahu, apakah itu?
"Aku Bangga Aku Tahu" atau yang disingkat menjadi ABAT, adalah suatu program pemerintah yang sudah dilaksanakan sejak tahun 2012 untuk mencegah penularan HIV/AIDS dalam bentuk kampanye. Kampanye ABAT ini mempunyai sasaran usia 15-24 tahun karena rentang usia ini adalah usia yang akan menjadi salah satu target sasaran dalam penggunaan obat-obatan yang dapat menyebabkan HIV dan AIDS, mengingat usia ini masih sangat labil dan mudah untuk dipengaruhi. Itu sebabnya, kita harus bisa membentengi remaja dari pengaruh negatif penggunaan obat-obatan dan pergaulan yang dapat menyebabkan HIV dan AIDS.
Pada kampanye ini, diharapkan :
1. Dengan pengetahuan komprehensif dan benar mengenai HIV/AIDS, kaum remaja dapat melindungi diri mereka sendiri dari infeksi HIV—dan bila mereka sudah terinfeksi, mereka dapat melindungi yang lain dari infeksi HIV.
2. Kaum remaja harus berperilaku tidak diskriminatif terhadap orang yang terinfeksi HIV.
3. Karena orang-orang memiliki pengetahuan cukup mengenai HIV/AIDS, mereka memiliki kesadaran untuk mengecek diri mereka sendiri.
4. Orang yang terinfeksi akan mendapatkan pertolongan secepat mungkin, sehingga mereka dapat hidup dengan normal.
Danya Laksita
Mengapa saya tidak tertarik dengan public health?
Public health? Hmmm...
Mungkin saat tutorial S1 dulu, suasana yang biasanya rame saat membahas topik klinis, akan sering sunyi saat membahas tentang topik public health. Entah karena bingung atau tidak tertarik. Kalau saya sih saat itu dua-duanya, terutama saat teringat kuliah tentang statistika atau teori-teori public health yang tidak saya mengerti lainnya.
Danya Laksita
Public health in practice : the three domains of public health
Menanggapi artikel tersebut,peran dokter ternyata bisa masuk ke ketiga domain tersebut dan saya jadi semakin tersadar bahwa dokter tidak hanya melulu hanya memeriksa pasien, mendiagnosis penyakit, dan memberikan obat pada pasien. Namun ada beberapa peran dokter yang mungkin sering dilupakan oleh dokter sendiri, yaitu health improvement. Meskipun pada ketiga domain tersebut tidak hanya diperlukan peran dari dokter saja, terutama pada domain health improvement dan health protection karena pada domain ini akan melibatkan banyak sektor.
Semoga kedepannya saat sudah menjadi dokter, saya bisa menjalankan peran saya dengan baik dan bisa memenuhi peran dokter pada ketiga domain dari public health, yaitu health improvement, health protection, dan health service quality.
Subscribe to:
Posts (Atom)
